Kampus Kapal Pesiar dan Perhotelan
Kampus Kapal Pesiar dan Perhotelan

Tirtayatra Monarch Bali 2018

by Monarch Bali

Rahina Purnama Jiyestha pada tanggal 30 april 2018 Team Manajemen Monarch Bali dan Team Quality Assurance melakukan tirtayatra ke pura Agung Blambangan Kabupaten Banyuwangi, Pura Luhur Giri Slaka (Alas Purwo, Pura Kawitan Alas Purwo Kabupaten Banyuwangi  dengann berdasarkan niat tulus untuk mengunjungi tempat-tempat suci atau tempat bersejarah dan tempat-tempat lain yang dikeramatkan. Tirtayatra bertujuan untuk melihat dari dekat tempat bersejarah untuk menyaksikan secara nyata tempat-tempat penting dalam pertumbuhan dan perkembangan agama Hindu, agar dapat mempertebal Panca Sradha (lima keyakinan) dan kebenaran terhadap sejarah perkembangan ajaran Hindu.

Di dalam tirtayatra di isi dengan kegiatan mepiuning di padmasana kampus Monarch Dalung, memohon keselamatan dan kelancaran acara, dalam perjalanan menuju pura agung belambangan rombongan team  saat melintas di Pura Rambut Siwi kabupaten Negara berhenti sejenak guna melakukan persembahyangan guna memohon keselamatan selama perjalanan tirta yatra. Kegiatan juga di isi dengan peresembahyangan bersama , meditasi, serta  menghaturkan dana punia di pura pura yang dituju. Tirtayatra sebenarnya sudah banyak dilakukan umat Hindu sejak dulu dan sejalan dengan kemajuan serta meningkatnya kesejahteraan maka tempat suci yang dikunjunginya semakin meluas serta umat mulai menyadari, bahwa tirtayatra sebagai salah satu cara melakukan yajna (korban suci) yang paling mudah karena dapat dilaksanakan oleh setiap umat Hindu termasuk orang miskin sekalipun. Dalam petuah Bhagawan Waisampayana kepada Maha Raja Janamejaya yang disarikan oleh Bhagawan Wararuci memang jelas disebutkan melakukan tirtayatra dianggap lebih utama  dari pada melakukan yajna sebagaimana dimuat dalam Sarasamuscaya (Himpuna intisari karya Bhagawan Byasa) pada Sloka 279 disebutkan "Sada daridrairrapi hi cakyam praptum nardhipa tirthabhigamanam punyam yajnerapi wicisyate" dalam bahasa Kawi (Jaw; Kuna) diterjemahkan sebagai berikut "Apan mangke kottamning tirthayatra, atyanta pawitra, Iwih sangkeng kapawananing yajna, wenang ulahakena ring daridra". Artinya adalah begitu keutamaan tirthayatra, amat suci, lebih utama dari pada pensucian dengan yajna (yadnya), dapat dilakukan oleh daridra (orang miskin) sekalipun.


Artikel Lain

Kampus Kapal Pesiar dan Perhotelan
06 November 2019
Dies Natalis X Monarch Bali, Cetak SDM Kompeten Berlandaskan Nilai Tri Hita Karana

Dies Natalis X Monarch Bali yang bertajuk “SUSTAINABLE HOSPITALITY COLLEGE THROUGH COMPETENCY BASED AND EMPOWERMENT OF CULTURAL VALUE”. Tema ini menunjukan kesinambungan pengelolaan LPK Monarch Bali yang berkelanjutan melalui pelatihan berbasis kompetensi yang dilandasi oleh nilai-nilai budaya yang berlandaskan konsep Tri Hita Karana. Rangakaian Dies Natalis X ini diselanggarakan Oktober 2019 di seluruh Monarch Bali yang berada di 5 kabupaten. Yakni Monarch Bali – Dalung (Badung), Monarch Bali – Gianyar, Monarch Bali – Candidasa (Karangaasem), Monarch Bali – Singaraja (Buleleng) dan Monarch Bali – Negara(Jembrana).

Kampus Kapal Pesiar dan Perhotelan
07 October 2019
Kegiatan Tourism Insight 2019 Alumni Monarch Bali yang Berlangsung Tanggal 6 Oktober 2019

Kampus Kapal Pesiar dan Perhotelan
27 November 2018
TIRTA YATRA DAN FUN LEARNING MONARCH BALI - GIANYAR

Kampus Kapal Pesiar dan Perhotelan
11 May 2018
Tirtayatra Monarch Bali 2018

Rahina Purnama Jiyestha pada tanggal 30 april 2018 Team Manajemen Monarch Bali dan Team Quality Assurance melakukan tirtayatra ke pura Agung Blambangan Kabupaten Banyuwangi, Pura Luhur Giri Slaka (Alas Purwo, Pura Kawitan Alas Purwo Kabupaten Banyuwangi  dengann berdasarkan niat tulus untuk mengunjungi tempat-tempat suci atau tempat bersejarah dan tempat-tempat lain yang dikeramatkan. Tirtayatra bertujuan untuk melihat dari dekat tempat bersejarah untuk menyaksikan secara nyata tempat-tempat penting dalam pertumbuhan dan perkembangan agama Hindu, agar dapat mempertebal Panca Sradha (lima keyakinan) dan kebenaran terhadap sejarah perkembangan ajaran Hindu.

Artikel Lain

Kampus Kapal Pesiar dan Perhotelan
06 November 2019
Dies Natalis X Monarch Bali, Cetak SDM Kompeten Berlandaskan Nilai Tri Hita Karana

Dies Natalis X Monarch Bali yang bertajuk “SUSTAINABLE HOSPITALITY COLLEGE THROUGH COMPETENCY BASED AND EMPOWERMENT OF CULTURAL VALUE”. Tema ini menunjukan kesinambungan pengelolaan LPK Monarch Bali yang berkelanjutan melalui pelatihan berbasis kompetensi yang dilandasi oleh nilai-nilai budaya yang berlandaskan konsep Tri Hita Karana. Rangakaian Dies Natalis X ini diselanggarakan Oktober 2019 di seluruh Monarch Bali yang berada di 5 kabupaten. Yakni Monarch Bali – Dalung (Badung), Monarch Bali – Gianyar, Monarch Bali – Candidasa (Karangaasem), Monarch Bali – Singaraja (Buleleng) dan Monarch Bali – Negara(Jembrana).

Kampus Kapal Pesiar dan Perhotelan
07 October 2019
Kegiatan Tourism Insight 2019 Alumni Monarch Bali yang Berlangsung Tanggal 6 Oktober 2019

Kampus Kapal Pesiar dan Perhotelan
27 November 2018
TIRTA YATRA DAN FUN LEARNING MONARCH BALI - GIANYAR

Kampus Kapal Pesiar dan Perhotelan
11 May 2018
Tirtayatra Monarch Bali 2018

Rahina Purnama Jiyestha pada tanggal 30 april 2018 Team Manajemen Monarch Bali dan Team Quality Assurance melakukan tirtayatra ke pura Agung Blambangan Kabupaten Banyuwangi, Pura Luhur Giri Slaka (Alas Purwo, Pura Kawitan Alas Purwo Kabupaten Banyuwangi  dengann berdasarkan niat tulus untuk mengunjungi tempat-tempat suci atau tempat bersejarah dan tempat-tempat lain yang dikeramatkan. Tirtayatra bertujuan untuk melihat dari dekat tempat bersejarah untuk menyaksikan secara nyata tempat-tempat penting dalam pertumbuhan dan perkembangan agama Hindu, agar dapat mempertebal Panca Sradha (lima keyakinan) dan kebenaran terhadap sejarah perkembangan ajaran Hindu.